Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi bendera Repsol. - REUTERS/Paul Hanna
Premium

Tarik Ulur Repsol-Pemerintah dan Nasib Blok Sakakemang

07 Agustus 2020 | 13:58 WIB
Pemerintah bersikeras harga gas bumi tertentu di titik serah pengguna gas bumi ditetapkan sebesar US$ 6 per MMBTU. Namun, harga itu dinilai tidak masuk dalam nilai keekonomian operator, salah satunya Repsol di Blok Sakakemang.

Bisnis.com, JAKARTA – Blok Sakakemang di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, pernah digadang-gadang sebagai salah satu lokasi yang paling cepat proses eksploitasinya.

Maklum, blok yang dimiliki oleh Repsol itu ditargetkan dapat beroperasi paling cepat pada 2021. Tergolong cepat lantaran tenggat operasinya hanya berjarak lima tahun dari penemuan sumber gas tersebut pada Februari 2019.

Pada Januari lalu, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, mengatakan Repsol sedang melakukan sejumlah eksplorasi di sekitar penemuan gas di Sumur Kaliberau II untuk semakin menyakinkan jumlah kandungan gas di kawasan tersebut.

Rencananya, kata Dodi, Respol akan memanfaatkan jalur yang sudah ada (eksisting) untuk membuat blok koridor seperti pada umumnya proses pengeboran migas.

Penemuan cadangan gas baru di Sumur Kaliberau 2 (KBD2X) Blok Sakakemang disebut-sebut sebagai penemuan terbesar ke empat di dunia pada periode 2018-2019.

Sumur KBD2X di Blok Sakakemang itu diperkirakan memiliki potensi kurang lebih 2 Tcf (trillion cubic feet), atau menjadi temuan terbaik dalam eksplorasi migas di Indonesia dalam kurun 18 tahun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top