Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi apakah beli saham IPO menghasilkan cuan atau kerugian. - Bisnis/Amri
Premium

Saham IPO Semester II/2020, Menimbang Kinerja Calon ARA  

06 Agustus 2020 | 23:11 WIB
Bursa Efek Indonesia menyebutkan sebanyak 15 perusahaan masih antri dalam pipeline melepas saham melalui IPO hingga akhir 2020 nanti. Mampukah mengulang kisah emiten yang selalu terkena auto rejection atas (ARA)?

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak 15 perusahaan mendaftar untuk melaksanakan initial public offering (IPO)  hingga akhir 2020.

Data Bursa Efek Indonesia per 4 Agustus 2020 menyebutkan daftar saham yang akan IPO ini  sebanyak empat perusahaan berasal dari sektor perdagangan, jasa, dan investasi. Sebanyak empat perusahaan lainnya dari sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan.

Selanjutnya tiga perusahaan lain berasal dari sektor konsumer. Sedangkan selebihnya, empat perusahaan masing-masing berasal dari sektor agrikultur, industri campuran, infrastruktur dan transportasi, serta keuangan.

Satu perusahaan sudah melakukan pencatatan pada hari ini, Kamis (6/8/2020) yakni PT Sunindo Adipersada Tbk. (TOYS). Harga perdana pabrik boneka itu dijual Rp350 per lembar saham. Setelah resmi tercatat di bursa, saham TOYS langsung terkena auto reject atas (ARA) setelah menguat 24,57 persen ke level Rp436 per saham.

Dalam IPO ini TOYS melepas 425 juta saham dan mengantongi dana sebesar sebesar Rp148,75 miliar. Dalam prospektusnya dana ini akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja yang meliputi bahan baku, biaya produksi, dan biaya operasional.

Hingga Maret 2020, perusahaan ini membukukan pendapatan Rp49,78 miliar, naik 42,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu pendorong pendapatan perseroan adalah kinerja penjualan ekspor yang meningkat signifikan pada kuartal I/2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top