Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

Setelah Tertekan, Bagaimana Proyeksi IHSG Ke Depan?

03 Agustus 2020 | 19:12 WIB
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini (3/8/2020) menimbulkan kejutan tersendiri bagi pelaku pasar. Di sisi lain, pada saat bersamaan, Indonesia mencatatkan deflasi pada Juli 2020 yang berada di bawah konsensus ekonom.

Bisnis.com, JAKARTA – Data-data perekonomian Indonesia hari ini, (3/8/2020) memunculkan hasil yang negatif. Hal ini setidaknya menggambarkan sebuah kondisi bahwa perekonomian nasional belum sepenuhnya bergairah.

Aksi jual investor asing di pasar modal dalam negeri tercatat membenamkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi perdana Agustus 2020.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 2,78 persen ke level 5.006,22 pada akhir sesi Senin (3/8/2020). Sebanyak 401 saham terkoreksi, 54 saham menguat, dan 241 saham stagnan.

Sejumlah bursa di kawasan Asean juga mengalami tekanan pada sesi perdagangan Senin (3/8/2020). Bursa Thailand, Malaysia, dan Filipina terkoreksi masing-masing 0,40 persen, 1,71 persen, dan 3,58 persen.

Investor asing menekan pasar modal dalam negeri dengan nilai net sell atau jual bersih Rp1,48 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi sasaran utama aksi jual dengan nilai net sell Rp593,0 miliar diikuti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) urutan kedua dengan Rp268,0 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top