Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Banteng maskot Bursa Efek Indonesia berdisi di depan IHSG yang memerah - Bloomberg/Dimas Ardian.
Premium

Untung atau Buntung Belanja Saham Emiten Bank Penyelenggara HMETD

03 Agustus 2020 | 23:37 WIB
Sejumlah emiten bank memilih menggelar Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) guna menambah kebutuhan likuiditas perusahaan. Menguntungkan bagi investor publik untuk ambil bagian?

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah emiten perbankan gencar menghimpun dana melalui lantai bursa dengan mekanisme penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Bagaimana untung ruginya buat investor?

Penerbitan saham baru paling anyar dilakukan oleh PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP). Emiten yang semula dikendalikan grup Bosowa itu telah berganti pemegang saham terbesar ke KB Kookmin Korea pasca melakukan rights issue PUT  V. Dalam mekanisme ini Bukopin menerbitkan sebanyak 4,66 miliar saham dengan harga Rp180 per lembar, atau dapat menghimpun dana sebesar Rp838,93 miliar.

Dalam skema penguasaan baru selepas pelaksanaan rights issue, KB Kookmin dari Korea Selatan kini menggenggam 33,9 persen saham perseroan. Bosowa memiliki komposisi terbesar kedua dengan 23,4 persen, disusul oleh Republik Indonesia 6,37. Sisanya, publik menggenggam 36,33 persen saham bank tersebut.

Kini, perseroan tengah menyiapkan proposal untuk mempersiapkan penambahan modal tanpa memberikan HMETD  sehingga KB Kookmin daapat meningkatkan kepemilikannya hingga 67 persen. Perseroan akan lebih dulu menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 Agustus 2020 untuk mendapat restu.

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan Purwantono optimistis rencana ini akan disetujui para investor. Hal ini terindikasi dari aksi investor publik yang cukup banyak menggunakan haknya pada PUT sebelumnya sehingga porsi kepemilikan publik ikut meningkat menjadi 36,33 persen.

“Menurut saya, publik percaya dan merespon dengan membeli, tadinya porsi saham Kookmin bisa mencapai 37 persen kalau publik tidak membeli, tetapi ini publik beli artinya percaya, ini [Kookmin] best investor, pemegang saham yang serius, dengan private placement akan positif diterima publik," katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top