Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Konsumen melakukan transaksi di salah satu apotek Kimia Farma - Bisnis.com
Premium

75 Tahun Indonesia: Emiten Kimia Farma (KAEF) di Tengah Pandemi Covid-19, Masih Bugar?

03 Agustus 2020 | 13:50 WIB
Pernah sukses menggenjot kinerja laba bersih hingga tumbuh ratusan persen, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF), emiten farmasi pelat merah tertua di Indonesia, harus gigit jari karena membukukan rugi pada 2019. Bagaimana Kebugaran Kima Farma di tengah pandemi virus corona?

Bisnis.com, JAKARTA — Pada dua pekan terakhir, saham PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) bergerak liar dan seolah menggila. Bayangkan saja, dalam sebulan terakhir harga sahamnya sudah naik 97,37 persen ke posisi Rp2.250.

Bahkan, pada periode 21 Juli hingga 24 Juli 2020, harga sahamnya bergerak di rentang Rp1.390 hingga Rp3.310 alias naik lebih dari 130 persen. Walau kemudian sahamnya kembali melemah.

Pemicunya adalah holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero), bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd, akan melakukan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 mulai Agustus.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19, dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan dan ditargetkan selesai pada Januari 2021.

“Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap 3 lancar, Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal I/2021 mendatang, dan kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal 250 juta dosis”, ujarnya, Senin (20/7/2020).

Nah, KAEF dan PT Indofarma Tbk. (INAF) digadang-gadang menjadi distributor vaksin yang dibuat oleh Bio Farma.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top