Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
GEDUNG INDOSAT. Bisnis - Himawan L Nugraha
Premium

Historia Bisnis: Drama Indosat (ISAT), Nasionalisasi ala Soeharto hingga Privatisasi Megawati

01 Agustus 2020 | 16:38 WIB
PT Indosat Tbk. (ISAT) didirikan sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA) pertama di Indonesia pada 1967 yang diharapkan Soeharto dapat memberikan layanan telekomunikasi internasional melalui satelit global.

Bisnis.com, JAKARTA — Bergunjing rezim Indonesia pada era Megawati Sukarnoputri rasanya tak lengkap bila tak menyinggung keputusan kontroversial pelepasan sebagian saham PT Indosat Tbk. (ISAT).

Kala itu, tepat Desember 2002, pelepasan saham sebesar 41,94 persen kepada Singapore Technologies Telemedia (STT), anak usaha Temasek, itu bikin gaduh.

Pasalnya, baru pada Maret di tahun yang sama pemerintah juga melepas 8,1 persen saham perusahaan ke pihak yang sama. Walhasil, keputusan itu bikin STT punya kuasa atas mayoritas saham yakni sebesar 50,04 persen.

Indosat sejatinya didirikan sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA) pertama di Indonesia pada 1967 yang menyediakan layanan telekomunikasi internasional melalui satelit internasional.

Niat untuk memiliki teknologi satelit itu pun kemudian direalisasikan oleh Presiden ke-2 Soeharto dengan menunjuk perusahaan telekomunikasi asal AS bernama International Telephone & Telegraph Corporation (ITT), melalui American Cable & Radio Corporation (ACR), sebagai perusahaan PMA pertama setelah diterbitkannya UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing.

Kelak, Indosat ‘dinasionalisasi’ menjadi BUMN pada dekade 1980, di mana pemerintah mengakuisisi 100 persen kepemilikan Indosat dari ITT senilai US43,8 juta. Selanjutnya, pada 19 Oktober 1994, pemerintah mengantarkannya menjadi emiten untuk melantai di bursa dengan harga perdana Rp7.000 per lembar saham. ISAT juga sempat melantai di Bursa Efek New York (NYSE) sejak 1994 sampai dengan 17 Mei 2013.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top