Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Logo aliansi Renault/Nissan/Mitsubishi
Premium

Awan Kelam Mitsubishi-Nissan dan Nasib Pajero

29 Juli 2020 | 15:54 WIB
Mitsubishi Motors Corp dan Nissan Motor Co. kompak mencatatkan kinerja negatif pada tahun ini. Mitsubishi bahkan memutuskan menutup pabrik pemroduksi Pajero di Jepang.

Bisnis.com, JAKARTA – Mitsubishi Motors Corp memperkirakan kerugian perusahaan selama setahun penuh lebih besar dari yang diprediksi oleh sejumlah analis.

Tak heran jika pabrikan otomotif asal Jepang itu meluncurkan rencana restrukturisasi baru, karena pandemi Covid-19 menghambat upaya perusahaan untuk kembali ke jalur pemulihan secara semestinya.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (29/7/2020) kerugian operasional pembuat mobil untuk tahun yang berakhir Maret 2021 akan menjadi 140 miliar yen (US$1,3 miliar). Hal itu disampaikan oleh Mitsubishi dalam keterangan resminya belum lama ini.

Sebelumnya, para analis memperkirakan kerugian yang diderita oleh Mitsubishi akan mencapai 54,7 miliar yen. Namun realisasinya justru lebih dari dua kali lipat perkiraan para analis.

Tak heran jika salah satu raksasa otomotif dunia itu memutuskan menutup pabrik di Jepang merakit Pajero SUV dalam upayanya untuk mengurangi ongkos operasional.

Seperti dikutip dari keterangan resminya Rabu (29/7/2020), pada pertemuan dewan direksi Mitsubishi pada 27 Juli 2020, diputuskan bahwa perusahaan akan menghentikan produksi dan menutup pabrik anak perusahaan produksi dalam negerinya, Pajero Manufacturing Co., Ltd. pada semester pertama 2021.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top