Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Papan pengawasan khusus bakal dibuat untuk menempatkan saham-saham yang kini diperdagangkan di level gocap atau level terendah. (Bisnis - Nurul Hidayat)
Premium

Papan Pemantauan Khusus, Masa Depan bagi Saham Gocapan?

28 Juli 2020 | 16:45 WIB
Otoritas pasar modal tengah mempersiapkan papan khusus untuk saham gocapan. Bagaimana ya dampaknya?

Bisnis.com, JAKARTA— Saham gocapan bakal mendapatkan papan khusus dari otoritas pasar modal. Apakah ini memberikan harapan bagi masa depan saham di level terendah?

Berdasarkan data pada Selasa (28/7/2020), setidaknya terdapat 175 emiten yang sahamnya kini diperdagangkan di bawah Rp100. Di level tersebut terdapat beberapa saham emiten seperti PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) dan emiten penyedia jasa pariwisata PT Panorama Sentrawisata Tbk. (PANR).

Dari angka tersebut, sebagian besar berada di kisaran Rp50 per saham yakni 121 emiten. Lalu, 104 emiten sahamnya diperdagangkan di level Rp50 atau level terendah. Saham emiten penyelenggaran acara, PT Dyandra Media International Tbk. (DYAN), emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT PP Property Tbk. (PPRO) dan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS).

Dengan demikian, setidaknya emiten yang sahamnya diperdagangkan pada level terendah berkontribusi sebesar 15,07 persen terhadap total emiten yakni 690 emiten.

Nahasnya, ternyata ada pula emiten yang sahamnya dibanderol dengan harga paling rendah sebursa itu mendapatkan ‘tato’ khusus akibat mendapatkan penilaian disclaimer dari akuntan publik, tengah pengajukan kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Menariknya, jumlah saham gocap lebih rendah dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2020 yang sempat menyentuh 107 emiten.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top