Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Harga emas semakin dekat ke US2.000 dan harga saham emiten emas membuntuti. (Bloomberg)
Premium

Harga Logam Mulia Terbang, Intip Prospek Kinerja Emiten Emas Paling Cuan

27 Juli 2020 | 14:30 WIB
Sejumlah emiten penambang emas mencatatkan penurunan kinerja pada kuartal I/2020. Kok bisa ya?

Bisnis.com, JAKARTA— Harga logam mulia terus menguat dan memecahkan rekor baru. Bagaimana ya prospek kinerja emiten emas?

Berdasarkan data Bloomberg, pukul 13.00 WIB harga emas Bursa Comex berada di level US$1.959,2 per troy ounce atau naik 1,77 persen. Sementara itu, harga emas di pasar spot menembus US$1.935,42 per troy ounce atau naik 1,76 persen.

Analis Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan bahwa sentimen pasar saat ini semakin mendukung harga emas untuk menguat. Faktor utama katalis positif emas adalah stimulus yang disiapkan oleh Pemerintah AS.

Selanjutnya, emas mengejar level US$2.000 per troy ounce, yaitu level tertinggi emas sepanjang sejarah. 

“Emas masih sangat potensial lanjut menguat,” ujarnya belum lama ini.

Monex Investindo Futures dalam laporannya menyampaikan harga emas telah mencatat level tertinggi baru pada level US$1.922,77 pada awal sesi Senin (27/7), ditopang meningkatnya minat pada aset aman logam mulia. Harga emas mencatat level tertinggi US$1.920,90 pada tahun 2011.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top