Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja di smelter logam dasar. - Bloomberg / David Gray
Premium

Bos Tesla Tawarkan Kontrak Nikel Jumbo, Untung Pilih ANTM atau INCO?

27 Juli 2020 | 08:59 WIB
Tesla menawarkan kontrak jumbo bagi produsen nikel. Sedangkan Indonesia saat ini menyumbang 27 persen produksi nikel dunia.

Bisnis.com, JAKARTA – Elon Musk, bos Tesla, produsen mobil listrik terbesar saat ini mengungkapkan kekhawatirannya akan pasokan nikel. Untuk itu ia menawarkan kontrak jumbo bagi produsen yang mampu memproduksi sesuai kebutuhannya.

“Saya mohon produksi lebih banyak nikel. Tesla akan memberikan kontrak besar dan jangka panjang apabila Anda bisa memproduksi nikel secara efisien serta ramah lingkungan,” katanya, dikutip dari Bloomberg, Jumat (24/7/2020).

Permohonan Musk tersebut disampaikan seiring dengan langkah Sumitomo Corporation yang berencana membatalkan proyek investasi senilai US$500 juta pada proyek pertambangan nikel di Madagascar. Langkah ini dilakukan sebagai imbas dari harga nikel yang rendah dan dampak pandemi virus corona.

Sumitomo memiliki tambang nikel Ambatovy di Madagascar, salah satu proyek tambang nikel terbesar dunia. Pada kapasitas maksimumnya, tambang ini menghasilkan sekitar 5 persen dari total produksi global nikel kelas 1.

Namun, tambang tersebut berhenti beroperasi sejak Maret 2020. Potensi penghentian operasi yang lebih panjang dikhawatirkan akan membuat pasokan nikel untuk baterai mobil listrik kian tipis.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top