Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Bank Mandiri ranger. - Antara / Puspa Perwitasari
Premium

Mengukur Prospek Saham BBRI, BBCA, BMRI dan BBNI Pasca Restrukturisasi Melandai

24 Juli 2020 | 08:47 WIB
Permohonan restrukturisasi kredit terus melandai pada paruh kedua tahun ini. Namun, tidak berarti hal itu langsung membuat prospek emiten di sektor perbankan berubah positif. Saham bank mana yang diproyeksi paling cuan di antara empat bank besar?

Bisnis.com, JAKARTA – Memasuki pertengahan Juni, catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa restrukturisasi kredit perbankan mulai mengalami perlambatan, dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara total, hingga 15 Juni 2020 restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp655,84 triliun untuk 6,27 juta debitur. Mayoritas restrukturisasi diberikan kepada debitur non usaha mikro kecil dan menengah (non-UMKM) sebesar Rp356,98 triliun untuk 1,1 juta debitur.

Adapun, restrukturisasi kepada sektor UMKM mencapai Rp298,86 triliun untuk 5,17 debitur. Jumlah debitur UMKM yang permintaan restrukturisasi kreditnya disetujui bank tercatat lebih tinggi, namun secara nilai lebih besar sektor non-UMKM.

Tren perlambatan berlanjut pada awal Juli ini. Per 6 Juli Ketua OJK Wimboh Santoso menyampaikan restrukturisasi kredit hanya meningkat 3,88 persen menjadi Rp769,55 triliun, dari realisasi hingga akhir Juni yang mencapai 740,79 triliun.

Wimboh mengatakan tren restrukturisasi mulai menurun untuk segmen UMKM, sedangkan untuk segmen non-UMKM masih mengalami sedikit peningkatan. OJK, lanjutnya, tengah mempertimbangkan opsi memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit setelah mendapat masukan dari asosiasi perbankan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top