Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kendati suku bunga turun, imbal hasil SUN masih tinggi yang membuat biaya bunga mahal. Namun, emiten tak mengendurkan niatnya untuk mencari modal. Brent Lewin - Bloomberg
Premium

Simak Sejumlah Emiten yang Nekat Terbitkan Obligasi Saat Biaya Bunga Masih Mahal

22 Juli 2020 | 12:00 WIB
Imbal hasil SUN yang masih tinggi tak membuat semangat emiten mengendur untuk mencari modal di Bursa. Simak penjelasannya!

Bisnis.com, JAKARTA — Penurunan suku bunga acuan ternyata belum tercermin pada penurunan biaya bunga di pasar modal. Seolah tak peduli, beberapa emiten tak mengendurkan niatnya untuk mencari modal.

Bank Indonesia belum lama ini memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan menjadi 4 persen. Keputusan ini merupakan yang keempat kalinya dalam kurun waktu tujuh bulan pada 2020. Idealnya, saat suku bunga acuan turun, imbal hasil surat utang negara (SUN) belum turun.

Padahal, imbal hasil SUN menjadi komponen yang tak bisa dipisahkan bagi para emiten untuk menetapkan kupon pada obligasi yang akan dirilis. Adapun, kupon tersebut menjadi penting karena menggambarkan biaya bunga dalam penggalangan dana.

Umumnya, kupon yang ditetapkan perusahaan lebih besar dari imbal hasil SUN dengan tenor yang sama. Namun, selisih kupon obligasi korporasi dengan imbal hasil SUN bisa semakin lebar bila peringkat obligasi korporasi semakin rendah.

Dari laman worldgovernmentbond, imbal hasil SUN tenor 10 tahun masih berada di level 7,13 persen. Pergerakan imbal hasil pun tak bisa menyentuh kurang dari 7 persen. Dengan demikian, imbal hasil saat ini nyaris dua kali dari suku bunga acuan yang ditetapkan.

Berdasarkan data Bloomberg, imbal hasil SUN tenor 10 tahun Indonesia parkir di level 7,05 persen pada Senin (20/7). Posisi itu naik dari 7,03 persen pada akhir sesi Jumat (17/7).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top