Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja memeriksa kondisi kandang dan ayam di peternakan ayam modern Naratas, Desa Jelat, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (11/4 - 2020). /Antara
Premium

Prospek Harga Ayam Negatif, Bagaimana Proyeksi Kinerja Emiten Unggas?

22 Juli 2020 | 22:44 WIB
Harga daging ayam broiler diperkirakan bakal mengalami penurunan dalam beberapa bulan ke depan. Bagaimana dampaknya terhadap kinerja emiten perunggasan nasional?

Bisnis.com, JAKARTA – Usai mengalami kenaikan harga yang signifikan pada Juni 2020, harga daging ayam broiler perlahan terus mengalami penurunan pada Juli 2020.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) harga rata-rata daging ayam terus mengalami penurunan selama sepekan terakhir. Per Rabu (22/7/2020), harga daging ayam berada pada level Rp33.450/kg. Harga tersebut turun dari hari sebelumnya yang mencapai Rp33.600/kg.

Secara rata-rata mingguan, harga daging ayam juga berada pada tren penurunan setelah memasuki Juli 2020. Penurunan tersebut cenderung konsisten tiap pekannya.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi mengatakan, harga daging ayam diperkirakan bakal terus mengalami penurunan pada bulan ini. Penurunan itu bahkan bisa berlanjut hingga bulan-bulan berikutnya.

“Penyebabnya sekarang stok livebird  sudah meningkat, karena produksi DOC juga melimpah. Tren harganya akan terus mengalami penurunan ke depannya,” katanya, ketika dihubungi Bisnis, Rabu (22/7/2020).

Dia mengatakan, pada akhir Juli-awal Agustus 2020, permintaan daging ayam berpeluang turun. Hal itu disebabkan oleh adanya momentum Hari Raya Idul Adha. Akibatnya, masyarakat akan mengalihkan konsumsi daging ayam ked aging sapi atau kambing untuk sementara waktu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top