Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pandemi virus corona menambah panas persaingan bank besar di Tanah Air. (Bloomberg / Brent Lewin)
Premium

Adu Kuat Empat Bank Besar Hadapi Pandemi, Siapa Jawaranya?

16 Juli 2020 | 05:00 WIB
Pandemi virus corona yang telah berlangsung sejak Maret menggoyah sendi-sendi perekonomian tak terkecuali bank bermodal besar. Lalu, siapakah pemenangnya?

Bisnis.com, JAKARTA – Proyeksi pemburukan kualitas kredit akibat dampak pandemi virus corona diyakini akan menekan kinerja bank-bank jumbo. Siapakah yang paling tangguh di antara bank bermodal besar itu?

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan di Indonesia meningkat dari 2,89 persen pada April menjadi 3,01 persen pada Mei.

Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I hingga BUKU IV seluruhnya mengalami peningkatan NPL. Bank BUKU I menjadi 3,9 persen, BUKU II 4,04 persen, BUKU III 3,01 persen, dan BUKU IV menjadi 2,76 persen.

OJK telah mewanti-wanti risiko pemburukan kualitas aset kredit masih berpeluang meningkat. Rasio kredit dalam pengawasan khusus plus kredit lancar yang direstrukturisasi terhadap total kredit mencapai 16,2 persen. Posisi itu meningkat signifikan dibandingkan Mei 2019, yakni 7,51 persen.

Bank BUKU IV alias bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun sejauh ini memang menjadi bank dengan kualitas kredit paling baik. Namun, tidak bank-bank ini kebal dari persoalan risiko peningkatan kredit busuk.

Data OJK menunjukkan bahwa dari total aset produktif neraca BUKU IV senilai Rp4.080,04 triliun, aset yang berada pada kategori lancar mencapai Rp3.792,26 triliun. Dengan demikian, rasio aset lancar terhadap total aset produktif bank-bank jumbo ini mencapai 92,95 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top