Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim (kiri) saat Public Expose Krakatau Steel 2020. - Antara / Indrianto Eko Suwarso.
Premium

Dencing Permohonan Talang Jumbo dari Krakatau (KRAS)  

09 Juli 2020 | 07:02 WIB
Krakatau Steel (persero) Tbk. mengharapkan DPR RI memberi restu agar pemerintah mengucurkan pinjaman berbunga murah kepada perusahaan. Saat yang sama manajemen PTPN holding dan Perumnas juga mengajukan permohonan yang sama.

Bisnis.com, JAKARTA – Direksi badan usaha milik negara (BUMN) yang mengajukan dana talangan dalam program pemulihan ekonomi nasional satu per satu menghadap ke DPR RI. Berharap mendapat restu secara politik.

Dalam rapat dengan komisi VI itu, para direksi BUMN berusaha meyakinkan pinjaman uang negara dengan total Rp19,65 triliun memang sangat diperlukan. Mereka juga menyebutkan uang yang diberikan akan dapat dikembalikan dengan membawa beragam dampak positif.

BUMN yang mengajukan talangan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional itu meliputi Garuda Indonesia, PT. KAI, Perumnas, PT Krakatau Steel Tbk, dan Perkebunan Nusantara.

Kemarin, Rabu (8/7/2020), tiga BUMN menyampaikan rencananya. Mereka adalah Krakatau Steel (KRAS), Holding Perkebunan Nusantara, serta Perumnas.

Pertemuan ketiganya dengan Komisi VI DPR RI merupakan kelanjutan proses politik untuk memuluskan rencana pemberian Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mereka menyusul sejumlah BUMN lain yang lebih dulu melawat ke Senayan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top