Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Aktivitas pasar modal diwarnai aksi para pencari cuan instan saham IPO di tengah koreksi pasar saham. (Bisnis / Eusebio Chrysnamurti)
Premium

Para Pencari Cuan Instan di Saham IPO

06 Juli 2020 | 14:45 WIB
Harga saham yang melejit menjadi potret lazim bagi emiten baru terutama saat IPO dilakukan. Apa saja yang mendorong investor mencari kenaikan harga instan?

Bisnis.com, JAKARTA— Penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) tak hanya digunakan para emiten baru untuk menggalang dana. Di sisi lain, kelompok investor tertentu menggunakan momentum tersebut untuk mencicipi cuan instan.

Tahun 2020 membawa cerita sendiri tentang kondisi pasar modal. Di pasar saham, koreksi tak terhindarkan setelah pengumuman kasus positif corona pertama. Pada akhir Maret 2020 bahkan indeks harga saham gabungan (IHSG) menyentuh level terendah yakni 3.900-an.

Sebelumnya, IHSG  juga sempat menyentuh 5.000-an namun kembali bergerak di 4.900. Kalangan analis memprediksi bahwa di sisa tahun 2020 koreksi di pasar saham tak bakal sedramatis awal tahun.

Artinya, propek positif masih ada di tengah pandemi virus corona yang masih belum diketahui kapan berakhirnya. Menariknya, koreksi di pasar saham tak menyurutkan sejumlah emiten baru untuk menggalang dana.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga akhir Mei 2020, tercatat 22 emiten pendatang baru di pasar modal. Melalui masuknya 22 emiten baru itu, dana yang terkumpul dari IPO menyentuh Rp1,98 triliun.

Ternyata, dari data yang terkumpul hanya tiga emiten yang tak mengalami lonjakan harga signifikan yakni PT Tourindo Guide Indonesia Tbk. (PGJO) karena mengalami kenaikan 10 persen. Kemudian, PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE dengan kenaikan 9,7 persen dan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. dengan kenaikan 9,71 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top