Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi sektor properti. Sektor properti harus menghadapi tekanan dari lesunya penjualan dan tingginya beban utang. Terbatasnya kas pun akhirnya menjadi pemicu penurunan peringkat seperti yang dialami PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) dengan peringkat sampah dan utangnya yang berlimpah. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

Pil Pahit Bagi Modern Land (MDLN), Dapat Rating Sampah dan Utang Berlimpah

03 Juli 2020 | 12:11 WIB
Pengembang properti Modernland (MDLN) harus berjibaku melunasi utang yang tercatat terus tumbuh secara tahunan saat pendapatan dan laba amblas

Bisnis.com, JAKARTA— PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) harus menelan pil pahit. Bisnis propertinya kini bermasalah karena berakhir dengan peringkat sampah dan utang yang berlimpah.

Berdasarkan catatan Bisnis, pendapatan perusahaan cenderung stabil selama empat tahun terakhir. Namun pada 2017, perusahaan yang resmi tercatat di lantai Bursa pada 1993 mencatatkan pendapatan tertingginya jika dirunut dari kinerja pada 2015-2019.

Sayangnya, laba bersih perusahaan terus anjlok. Anjloknya laba bersih dalam tiga tahun mungkin turut menggambarkan kondisi harga sahamnya saat ini.

Harga saham emiten berkode saham MDLN itu hanya tersisa 25 persen dari harga yang diperdagangkan pada akhir 2019. Bloomberg mencatat pada perdagangan Jumat (3/7/2020) pukul 10.48 WIB, harga sahamnya telah menyentuh Rp52 atau kian dekat ke level terendah di pasar saham.

Hal ini kontras dengan harga saham saat penawaran perdana (initial public offering/IPO). Saat itu, harga saham MDLN dijual seharga Rp4.6250.

Namun, ternyata harga sahamnya terus longsor dari lima tahun lalu. Dari harga Rp590-an, saat ini tersisa kurang dari 10 persen harga separuh dekade lalu.  Emiten yang sahamnya digenggam Panin Sekuritas sebesar 15,89 persen, AA Land Pte Ltd sebesar 7,44 persen, Woodside Global Ventures 6,58 persen dan Honoris Corporindo Pratama 6,24 persen itu harus mampu mengatasi tantangan kinerja fundamentalnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top