Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja membersihkan logo milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (31/7/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

Duit Jiwasraya: Dari Kasino hingga Konser Coldplay

29 Juni 2020 | 12:05 WIB
Kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diperkirakan merugikan negara hingga Rp16,8 triliun. Ke mana saja duit dari kasus itu mengalir?

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk. Benny Tjokosaputro mengajukan eksepsi, alias keberatan, dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berakhir sia-sia.

Dalam sidang lanjutan pada Rabu (24/6/2020), Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta resmi menolak eksepsi tersebut.

“Mengadili keberatan terdakwa dan penasihat hukum terdakwa, tidak dapat diterima,” kata Hakim Rosmina membacakan putusan sambil mengetok palu meja sidang.

Menurut Majelis Hakim, persidangan sudah memasuki pokok perkara dan keterlibatan Benny dalam kasus tersebut sudah jelas belaka. Oleh sebab itu, Rosmina memutuskan agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) segera menghadirkan saksi-saksi lanjutan dalam sidang lanjutan yang bakal dihelat pekan ini.

Pekan lalu, Kejaksaan Agung (Kejagung) juga telah menetapkan satu tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), yakni Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi. Selain itu, 13 Manajer Investasi (MI) pun ditetapkan menjadi tersangka.

Penetapan tersangka baru ini menambah panjang daftar pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Sebelumnya, selain Benny Tjokosaputro, sudah ada nama lima orang lain dalam daftar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top