Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi memilih saham di tengah fluktuasi yang terjadi di lantai bursa
Premium

Saham Murah Kemahalan vs Saham Mahal Kemurahan, Ini Daftarnya!

24 Juni 2020 | 15:06 WIB
Salah satu valuasi yang populer untuk mengukur mahal atau murahnya sebuah saham adalah price earning ratio (PER) atau rasio harga saham terhadap laba bersih emiten.

Bisnis.com, JAKARTA — Investor di pasar modal memiliki berbagai instrumen untuk melakukan valuasi terhadap sebuah saham. Ada 1.001 formula dan rumus matematis yang memiliki kebenaran mutlak, tetapi ternyata juga punya kebenaran relatif.

Salah satu valuasi yang populer dan tidak terlalu njlimet alias rumit untuk mengukur mahal atau murahnya sebuah saham adalah price earning ratio (PER) atau rasio harga saham terhadap laba bersih emiten.

Sederhananya, makin tinggi/besar nilai PER, maka harga saham emiten yang bersangkutan dianggap semakin mahal, dan semakin kecil rasionya, makin murah. PER yang rendah menunjukkan harga saham masih murah sehingga memberi peluang terhadap kenaikan harga saham di masa mendatang.

Sebaliknya, dengan PER yang tinggi sering diasosiasikan sebagai saham dengan harga yang cukup mahal sehingga sulit untuk naik lagi dan pada akhirnya berpeluang untuk turun kembali ke nilai fundamentalnya.

Secara matematis, formula yang berlaku umum untuk menghitung PER adalah harga saham dibagi dengan earning per share (EPS) atau laba per saham. EPS ini diperoleh dari laba bersih dibagi dengan jumlah saham beredar. Hasil dari formula ini adalah kebenaran mutlak

Namun di sisi lain, investor juga bisa melihat valuasi PER dari sudut pandang sebaliknya, yaitu PER yang tinggi menunjukkan ekspektasi pasar terhadap saham bersangkutan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top