Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi salah satu emiten Grup Bakrie
Premium

Emiten Grup Bakrie: Dulu Ramaikan LQ45, Sekarang Bertahan di Saham Gocap

23 Juni 2020 | 05:00 WIB
Emiten Grup Bakrie sebelumnya pernah meramaikan indeks dengan 45 saham paling likuid sejagat bursa. Namun, kini sebagian besarnya diperdagangkan di level rendah

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten Grup Bakrie pernah mengecap indeks LQ45 yang disebut sebagai rumah bagi emiten paling likuid. Namun, ternyata berbagai faktor akhirnya menggeser deretan emiten salah satu grup konglomerasi itu bahkan ke titik harga terendah di pasar modal.  

Bisnis Grup Bakrie sendiri cukup beragam mulai dari manufaktur, perkebunan kelapa sawit, properti, pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi juga telekomunikasi.

Pada sektor manufaktur, terdapat PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR). Perusahaan yang memiliki unit bisnis logam, komponen otomotif hingga komponen konstruksi ini resmi tercatat di Bursa pada 1989.

Dengan demikian, BNBR merupakan anak pertama Grup Bakrie yang tercatat di Bursa.

Adapun, selang setahun kemudian barulah PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP). Perusahaan yang didirikan pada 1911 itu resmi tercatat di pasar modal pada 1990. Di tahun yang sama, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga resmi menjadi perusahaan terbuka.

Kemudian, Bakrie mendaftarkan PT Bakrieland Development Tbk. (ELTY) dan PT Energi Mega Persadha Tbk. (ENRG) pada 2005 saat pamor emiten yang sebelumnya tercatat cukup tinggi. Setahun berikutnya, PT Bakrie Telecom Tbk. (BTEL) menyusul pada 2006.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top