Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kinerja IHSG ytd - Ilustrasi/Bisnis Indonesia.
Premium

REKOMENDASI SAHAM: Saatnya Berhitung Periode Valuasi Mengejar Cuan

23 Juni 2020 | 09:16 WIB
Langkah asing melepas saham dengan kapitalisasi besar menjadi penanda bagi investor untuk hati-hati melangkah. Di tengah volatilitas, perbedaan jangka waktu investasi oleh investor akan menentukan saham terdiskon atau kemahalan.

Bisnis.com, JAKARTA — Pilihan investor asing yang gencar melepas saham unggulan menjadi pengingat agar pelaku pasar modal dalam negeri lebih selektif dalam melakukan akumulasi.

Kemarin, Senin (22/3/2020) investor asing melakukan jual bersih atau net sell di seluruh papan perdagangan. Total saham yang dilepas mencapai Rp513,60 miliar. Sedangkan akumulasi sepanjang tahun berjalan telah mencapai Rp12,88 triliun.

Saham dengan kapitalisa besar yang dilego seperti PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT United Tractors Tbk. (UNTR) dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI).

Akibatnya, IHSG kemarin berakhir di zona merah. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terkoreksi 0,47 persen ke level 4.918,831. Indeks hanya mampu menembus level resistance 4.957,666 dan gagal bertengger di atas 5.000.

Analis PT Kresna Securities Etta Rusdiana Putra menjelaskan bahwa laju IHSG tertahan di level 5.000 disebab-kan perbedaan persepsi valuasi antara 2020 dan 2021. Menurutnya, pelaku pasar dihadapkan kepada pilihan bertahan dengan valuasi 2020 atau bergeser kepada valuasi 2021.

“Jika melakukan rollover pada valuasi 2021 atau bahkan 2022, masih terdapat diskon yang menarik. Namun, jika kita bertahan dengan valuasi kinerja 2020 indeks IDX30, maka diskon yang ditawarkan menjadi lebih terbatas,” paparnya, Senin (22/6/2020).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top