Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Warga bermain game online di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (3/1/2019). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kecanduan game digital sebagai penyakit gangguan mental, masuk kedalam daftar "Disorders due to addictive behavior" atau penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan. - ANTARA/Rahmad
Premium

Emiten Telko Bakal Berlomba Obral Tarif Data, Ini Jawaranya

08 Juni 2020 | 20:30 WIB
Kendati emiten telekomunikasi bakal berlomba mengobral tarif data, masih ada emiten yang menjadi pilihan analis

Bisnis.com, JAKARTA— Perang tarif data di kalangan emiten telekomunikasi telah berakhir sejak registrasi kartu SIM berlaku. Namun, ternyata emiten telekomunikasi bisa kembali berlomba mengobral tarif data bila daya beli masyarakat tergelincir.

Analis Kresna Sekuritas Etta Rusdiana Putra tantangan bagi industri telekomunikasi justru akan mulai muncul pada paruh kedua tahun ini akibat tekanan perang tarif data.

Seperti diketahui, di lantai Bursa terdapat beberapa operator seluler yakni PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM).

“Jika daya beli menurun, maka terbuka risiko perang harga untuk mempertahankan pangsa pasar,” imbuhnya.

Kondisi persaingan yang semakin ketat telah terlihat pada kuartal I/2020. Hal itu terlihat pada kinerja ISAT dan EXCL yang mencatatkan penurunan pelanggan.

Pada tiga bulan pertama tahun 2020, Indosat hanya memiliki 56,2 juta pelanggan. Angka ini turun 3,1 juta pelanggan atau 5,23 persen dibandingkan dengan kuartal IV/2019 yakni 59,3 juta pelanggan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top