Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kendaraan roda empat dan dua melintas di dekat proyek pembangunan konstruksi Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodetabek di Jakarta, Rabu (26/2/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Premium

Pandemi Corona Mendera BUMN Karya

Perusahaan konstruksi milik negara menghadapi sinyal bahaya seiring penundaan proses tender proyek baru. Pandemi virus corona (Covid-19) membuat anak emas pembangunan infrastruktur menjadi antiklimaks.

Bisnis.com, JAKARTA - Untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak. Ungkapan lawas ini cukup untuk menggambarkan harapan yang buyar di tahun tikus logam. Ekspektasi pemulihan kinerja perusahaan selepas tahun politik yang melelahkan luntur karena laju perekonomian melambat akibat penyebaran virus corona (Covid-19).

Sektor konstruksi tidak luput dari perlambatan. Hingga kuartal I/2020, sektor konstruksi tumbuh 2,9 persen ; jauh di bawah pertumbuhan pada kuartal I/2019 sebesar 6 persen. Secara umum, produk domestik bruto pada kuartal I/2020 hanya tumbuh 2,97 persen.

Dalam tiga bulan pertama 2020, empat perusahaan konstruksi milik negara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia masih bisa menuai kontrak baru dalam jumlah lumayan. Walakin, di kuartal II/2020, penundaan pelelangan bisa membuat BUMN karya gigit jari karena tak bisa mendulang kontrak baru. Secara umum, kondisi perekonomian di tiga kuartal sisa tahun ini diprediksi semakin sulit.

Sekadar mengingatkan, kasus pertama virus corona secara resmi diumumkan pada 1 Maret 2020. Per 22 Mei 2020, jumlah kasus telah mencapai 20.769 dengan  14.413 orang dirawat, 1.326 orang wafat, dan 5.057 orang dinyatakan sembuh.

Pemerintah sudah menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dimulai di Jakarta pada 10 April 2020, kemudian disusul Jabodetabek, Jawa Barat, dan wilayah lainnya. 

Anda sedang membaca konten premium.

Dapatkan informasi komprehensif untuk menavigasi bisnis Anda hanya dengan Rp50.000/bulan.
Berlangganan SekarangAtau Klik Di Sini untuk berlangganan Rp15.000/minggu
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top