Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Gedung Kementerian BUMN. - Bumn.go.id
Premium

Kantong BUMN Mendadak Gendut, Pengawasan Tak Boleh Surut

15 Mei 2020 | 04:30 WIB
Kantong sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendadak gendut akibat kebanjiran uang dari pemerintah

Bisnis.com, JAKARTA— Banjir uang datang mengisi pundi-pundi BUMN. Namun, misi penyelamatan ekonomi nasional tak bisa membuat pengawasan surut terhadap kantong BUMN yang menjadi gendut akibat suntikan dana pemerintah. 

Belum lama ini, pemerintah mengumumkan paket penyelamatan ekonomi nasional di masa pandemi virus corona melalui bantuan likuiditas kepada sejumlah perusahaan pelat merah. BUMN sektor keuangan mendapat penempatan dana karena tugas beratnya memanggul program keringanan kredit.

BUMN sektor riil juga tak ketinggalan dengan skema penanaman modal negara (PMN), kompensasi hingga dana talangan investasi untuk modal kerja.

Dari sisi PMN, pemerintah menggelontorkan Rp25,27 triliun.  Sementara itu, pada skema kompensasi, pemerintah mengguyur dana Rp79,89 triliun. Terakhir, melalui skema dana talangan, memberikan Rp32,65 triliun.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.23/2020 tentang Program Penyelamatan Nasional, sejumlah skema ditetapkan untuk menjaga beberapa BUMN. Selain pemberian akses likuditas kepada BUMN di sektor riil, sektor keuangan pun mendapat stimulus berupa penempatan dana untuk perbankan dan penjaminan bagi sektor pembiayaan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top