Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Premium

Historia Bisnis: Emiten BUMN Aneka Tambang (ANTM) Nyaris Apes karena Emas Busang

Perusahaan pelat merah PT Aneka Tambang (Antam) belum pernah menerima surat penugasan dari Ida Bagus Sudjana, menteri Pertambangan dan Energi kala itu, untuk masuk dalam tambang emas Busang di Kalimantan Timur.

Bisnis.com, JAKARTA — Kala itu, Direktur Utama BUMN PT Aneka Tambang (ANTM) Darmoko Slamet berusaha menahan luapan emosinya akibat kasus emas di Busang, Kalimantan Timur.

Darmoko, mantan Sekjen Departemen Pertambangan dan Energi dan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral Deptamben itu meminta pemerintah segera menyelesaikan kasus tambang emas Busang sebelum perusahaannya menginjakkan kaki di lokasi yang terletak di Pulau Kalimantan tersebut.

“Jadi, jangan sampai kita salah langkah,” sambung Darmoko seperti dikutip Koran Bisnis Indonesia di halaman muka edisi 10 Mei 1997, tepat 23 tahun yang lalu.

Desakan Darmoko adalah ultimatum lantaran sehari sebelumnya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membentuk tim khusus untuk menyelidiki manipulasi data sekaligus potensi keterlibatan oknum pejabat di Departemen Pertambangan dan Energi (Deptamben) dalam Kasus Busang.

Yang kemudian jadi sorotan, tim yang dituntut mengungkap keterlibatan Deptamben ini justru diisi oleh sejumlah pejabat Deptamben sendiri.

Di sisi lain, Brigjen Pol Nurfaizi, yang saat itu menjabat Kadispen Mabes Polri, mengatakan pemilihan pejabat Deptamben ini sudah sesuai dengan perintah Kapolri Dibyo Widodo kepada Direktur Reserse Brigjen Pol Rusdihardjo. “Semuanya masih dipelajari,” sambung Nurfaizi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top