Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Imbal Hasil SBN Kian Tinggi, Kenapa Investor Asing Malah Lari Ya?

30 April 2020 | 11:20 WIB
Komposisi investor asing dalam instrumen surat berharga negara pernah melampaui Rp1.000 triliun dengan kontribusi nyaris 40 persen

Bisnis.com, JAKARTA— Instrumen surat berharga negara (SBN) sebelumnya digandrungi investor asing karena imbal hasilnya tinggi. Kini kendati imbal hasil lebih tinggi, asing memilih untuk lari.

Dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) mencatat sepanjang tahun berjalan yakni hingga 28 April 2020, investor asing telah meninggalkan aset surat berharga negara (SBN) dengan nilai Rp139,58 triliun atau 13,14 persen.

Pada akhir 2019, investor asing menggenggam Rp1.061,86 triliun berupa SBN namun terakhir tersisa Rp922,28 triliun yang mencerminkan 32 persen dari total SBN beredar.

Kondisi pasar yang tak pasti membuat investor merasa aman menyimpan aset paling likuid dan aman. Investor menganggap SBN kini memiliki risiko yang lebih tinggi.

Padahal, bila dilihat dari imbal hasilnya, surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun mengalami tren naik. Laman worldgovernmentbonds.org mencatat yield SUN tenor 10 tahun berada di 8,2 persen. Sementara itu, Tresuri Amerika Serikat dengan tenor yang sama memiliki yield 0,6 persen.

Hal itu pun dikonfirmasi Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Mereka [investor asing] enggak mau pegang surat berharga dari negara lain. [Mereka mau pegang] cash aja. Itu terjadi di sana juga. Makanya satu-satunya surat berharga yang highly demand itu US Treasury,” katanya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top