Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Direktur Utama PT Repower Asia Indonesia Tbk. Aulia Firdaus saat menerima cinderamata dari Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna pada Jumat (6/12/2019). - Bisnis - Pandu Gumilar
Premium

Nabung Saham ala Emiten Repower Asia, Risiko dan Peluang REAL

30 April 2020 | 06:37 WIB
Siap bagi-bagi hadiah, saham PT Repower Asia Indonesia Tbk. (REAL) sepanjang 3 bulan terakhir melorot 79,88 persen ke posisi Rp68 pada perdagangan Rabu (29/4/2020). Bagaimana prospeknya?

Bisnis.com, JAKARTA — Sepanjang tahun berjalan 2020, hingga Rabu (29/4/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergerus 27,50 persen, di mana asing tercatat membukukan aksi jual bersih Rp19,56 triliun.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, asing mampu mencatatkan aksi beli bersih hingga Rp65,24 triliun. Keluarnya investor asing pun menyebabkan harga saham-saham meriang, dari mulai saham-saham berkapitalisasi jumbo, saham-saham penghuni indeks LQ45 hingga saham lapis kedua dan ketiga.

Bahkan, saham-saham yang baru menjadi penghuni bursa, yang biasanya menikmati tren kenaikan harga seusai pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) pun tak luput dari sengatan pandemi virus corona atau Covid-19.

Pada 2019, dari 55 emiten anyar, hampir semuanya menikmati berkah sebagai penghuni baru. Ambil contoh, PT Menteng Heritage Realty Tbk. (HRME), yang melantai pada 12 April 2019 dengan nilai emisi Rp125,13 miliar, harga sahamnya terbang, dari Rp105 ke titik tertinggi Rp1.270 memasuki Januari 2020. Kini, per Rabu (29/4/2020), harga sahamnya bertengger di level Rp230.

Contoh lain, misalnya PT Citra Putra Realty Tbk. (CLAY) yang melantai pada 18 Januari 2019 dengan nilai emisi Rp93,6 miliar, harga sahamnya naik puluhan kali, dari Rp180 ke level tertinggi Rp5.525 pada pertengahan Oktober 2019. Adapun, kemarin, harga sahamnya tinggal setengahnya sebesar Rp2.580. Sepanjang 6 bulan terakhir, harga sahamnya tergerus 48,91 persen.

Yang tampaknya cukup beruntung, yaitu PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS), yang melantai pada 7 Oktober 2019 dengan nilai emisi Rp57,5 miliar, harga sahamnya terbang 3.578,26 persen, dari Rp115 ke posisi Rp5.400 pada November 2019. Kini, harga saham SLIS ada di level Rp4.700. Sepanjang 2020, harga sahamnya ternyata menghijau 9,56 persen!

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top