Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Bongkahan emas. - Bloomberg
Premium

Emiten Berharap Dorongan Harga Emas

27 April 2020 | 10:35 WIB
Sejumlah emiten produsen emas menanti dorongan kenaikan harga logam kuning

Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah emiten produsen emas berharap dorongan dari harga logam mulia yang semakin menanjak di masa pandemi. 

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan bahwa saham-saham emiten emas akan lebih bergairah pada enam bulan hingga satu tahun ke depan dibandingkan dengan pergerakannya saat ini.

Hal itu disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang sempat menghilangkan sifat emas sebagai aset safe haven karena kecenderungan investor mencari likuiditas besar-besaran yang menyebabkan aksi jual untuk semua aset untuk mendapatkan dolar AS lebih banyak. Oleh karena itu, harga emas sempat fluktuatif yang juga berimbas terhadap saham-saham emiten emas.

“Ketika pasar dibayangi resesi global pasca pandemi Covid-19 dengan banyak data ekonomi dari seluruh negara yang anjlok, emas pasti akan lebih naik dibandingkan dengan saat ini sehingga saham-saham emiten emas pun akan ikut lebih mengiilap pada tahun depan,” katanya saat dihubungi Bisnis, Minggu (26/4/2020).

Di pasar modal, sejumlah emiten penambang emas yang bisa menjadi perhatian di tengah pergerakan harga logam mulia yakni PT J Resources Asia Pacific Tbk. (PSAB), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT United Tractors Tbk. (UNTR).

Analis Henanputihrai Sekuritas, Liza Camelia mengatakan pergerakan harga saham MDKA tergambar pada pembentukan pola double top. Bila titik-titik tinggi tak mampu melewati level 1.320, dan mempertaruhkan titik support neckline  yakni 1.250 maka ketika menyentuh titik MA10 penurunan tak lagi bisa ditahan sehingga bisa menyentuh ke bawah 1.280.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top