Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan menunjukan emas batangan di Butik Emas Logam Mulia, Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

Target Tinggi Harga Emas

23 April 2020 | 16:24 WIB
Bank of America memperkirakan harga emas akan mencapai US$3.000 dalam 18 bulan ke depan. Benarkah?

Bisnis.com, JAKARTA – Proyeksi harga emas bisa menyentuh US$3.000 per troy ounce didasarkan fakta kucuran besar stimulus keuangan oleh bank sentral di seluruh dunia. Lalu bagaimana harus membacanya sebelum berinvestasi di logam mulia ini?

Tren penguatan harga emas kembali berlanjut. Pada perdagangan Rabu (22/4/2020) di Bursa Comex pada pukul 19.00 WIB harga emas naik 1,64 persen ke level US$1.715,5 per troy ounce.  Saat yang sama  di pasar spot, emas diperdagangkan di level US$1.694,94 per troy ounce. Merujuk Bloomberg, harga ini naik 0,52 persen dari sesi penutupan sehari sebelumnya.

Dengan capaian ini, maka sepanjang tahun berjalan 2020 harga emas telah menguat sekitar 11,8 persen. Penguatan didorong kebutuhan investor untuk mengalihkan investasinya kepada aset yang rendah risiko atau safe heven di tengah penanganan pandemi virus corona atau Covid-19.  

Sebelum kembali menanjak, harga emas berjangka sempat kehilangan kilaunya karena keyakinan investor wabah dapat teratasi. Pada 18 Maret 2020, harga emas telah menyentuh US$1.477,9  per troy ounce lalu kemudian kembali menanjak dan mencapai titik tertingginya sejauh ini pada 14 April 2020 senilai US$1.768,9 per troy.

Rekor harga emas ini diyakini akan segera terlewati seiring belum dapat ditemukannya solusi mengakhiri pandewi Covid-19. Para analis di Bank of America memperkirakan dalam 18 bulan ke depan harga emas bahkan dapat mencapai US$3.000 per troy ounce.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top