Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Prospek Ekonomi Gamang, Pamor Emas ETF Naik

Emas berupa exchange-traded fund (ETF) mencetak kenaikan kuartalan tertinggi pada kuartal I/2020 seiring dengan gamangnya prospek ekonomi global
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 10 April 2020  |  12:46 WIB
Seorang karyawan memegang beberapa butiran emas di Perth Mint Refiner. - Carla Gottgens / Bloomberg
Seorang karyawan memegang beberapa butiran emas di Perth Mint Refiner. - Carla Gottgens / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA—Prospek ekonomi yang gamang di tengah pandemi COVID-19 mengangkat pamor emas ETF dan menyentuh kenaikan kuartalan tertinggi sepanjang masa.

World Gold Council dalam publikasinya menyebut emas ETF mencatatkan tambahan 298 ton atau aliran dana masuk sebesar US$23 miliar secara global pada kuartal I/2020. Adapun, kenaikan tersebut memecahkan kenaikan kuartalan tertinggi dari sisi volume sejak 2016.

Pada tahun sebelumnya, kepemilikan emas ETF naik 659 ton menjadi kenaikan tertinggi secara tahunan sejak krisis keuangan dengan dana kelolaan (assets under management/AUM) tumbuh 57% pada periode yang sama.

Kenaikan pamor emas ETF juga telah terlihat pada Maret yakni tumbuh 151 ton atau dana masuk US$8,1 miliar sehingga mencapai rekor tertinggi 3.185 ton secara global. Volume perdagangan dan AUM mencapai rekor tertinggi pula sejalan dengan kenaikan volatilitas pada zaman krisis finansial namun harga emas relative mendatar dalam dolar AS.

Padahal, harga emas di berbagai mata uang cenderung naik saat harga emas dalam denominasi dolar AS masih 15% lebih rendah dari capaian pada 2011. Hal ini menegaskan bahwa tren pertumbuhan emas ETF akan berlanjut di luar Amerika Serikat. Eropa mencetak aliran dana masuk ke emas ETF tertinggi begitu pula dengan Asia dan benua lain yang merealisasikan pertumbuhan tertinggi.

Naiknya pamor emas ETF diakibatkan oleh dampak jangka pendek dan jangka panjang pandemi COVID-19 yang tak pasti dan mendorong gejolak yang cukup tajam pada berbagai aset. Faktor tersebut pun meninggalkan pasar saham global lesu namun mendorong pertumbuhan pada aset aman seperti Tresuri AS dan emas.

Anda sedang membaca konten premium.

Dapatkan informasi komprehensif untuk menavigasi bisnis Anda hanya dengan Rp50.000/bulan.
Berlangganan SekarangAtau Klik Di Sini untuk berlangganan Rp15.000/minggu
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top