Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

Biaya Bunga Kian Mahal, Emiten Siap Lunasi Utang?

01 April 2020 | 07:32 WIB
Mengacu pada proyeksi sejumlah analis, tahun 2020 memang bukan tahunnya instrumen surat utang. Namun, tren penurunan yield yang berjalan di awal tahun telah terganti dengan kenaikan yield SUN tenor 10 tahun. Kenaikan yield menjadi krusial karena menjadi acuan biaya bunga penerbitan surat utang korporasi.

Bisnis.com, JAKARTA — Terpukulnya perekonomian nasional akibat penyebaran COVID-19 menyebabkan proyeksi biaya bunga semakin mahal. Siapkah emiten melunasi surat utang jatuh temponya?

Laman worldgovernmentbonds mencatat imbal hasil surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun cukup fluktuatif di kisaran 7,9% hingga yang tertinggi 8,3%. Adapun, per 31 Maret 2020 yield SUN 10 tahun sebesar 7,99% yang lebih tinggi bila dibanding posisi pada bulan lalu yakni 6,96%.

Meskipun tahun 2020 kinerja surat utang diproyeksi tak semoncer tahun lalu, tren penurunan yield justru berbalik naik sejak pandemi COVID-19 terjadi. Bila begini, korporasi harus bersiap mengeluarkan kocek tambahan karena biaya bunga kian mahal karena yield SUN menjadi acuan pemberian kupon pada surat utang korporasi.

 

Kurva yield SUN tenor 10 tahun (worldgovernmentbonds.com)

 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top