Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Direktur PT Adhi Commuter Properti (ACP) Amrozi Hamidi (kanan), berbincang dengan Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT Adhi Persada Properti (APP) Pulung Prahasto, di sela-sela konferensi pers di Jakarta, Senin (24/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Premium

Pasar Belum Stabil, Apa Kabar IPO Anak Usaha BUMN Karya?

Sentimen pasar yang cenderung tertekan dan volatil membuat rencana aksi korporasi initial public offering (IPO) keluarga BUMN harus dihitung ulang.

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana anak usaha perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) karya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi tertunda dengan dengan gejolak pasar yang belum reda.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung berfluktuasi sepanjang tahun berjalan 2020, dengan pergerakan di rentang 3.911,72 - 6.348,53. Pada Selasa (31/3/2020), indeks menguat 2,82 persne ke level 4.538,93, tetapi melorot 27,95 persen secara year to date.

Sentimen pasar yang cenderung tertekan dan volatil membuat rencana aksi korporasi initial public offering (IPO) keluarga BUMN harus dihitung ulang. PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mulanya berencana untuk melakukan IPO pada akhir kuartal II/2020 atau semester I/2020.

Meski begitu, kondisi pasar modal yang tak kunjung stabil belakangan ini membuat persreroan berencana menunda rencana tersebut. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho menyatakan rencana ini

“Hingga saat ini rencana IPO ACP masih sesuai timeline yaitu pada semester II 2020. Diharapkan kondisi pasar sudah membaik pada Semester II nanti,” ujarnya kepada Bisnis.com, beberapa waktu lalu.

Senada, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM ACP Mochamad Yusuf mengatakan bahwa persiapan rencana IPO masih dilakukan sesuai rencana. Namun, eksekusinya masih melihat kondisi pasar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top