Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Menahan Rupiah dari Mencetak Sejarah Buruk

Depresiasi rupiah terus berlanjut. Posisi rupiah pada penutupan perdagangan Senin (23/3/2020), hanya berjarak 75 poin dari level terendah sepanjang sejarah.
Finna U. Ulfah & Feni Freycinetia Fitriani
Finna U. Ulfah & Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  09:38 WIB
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Depresiasi rupiah masih terus terjadi. Pada Senin (23/3/2020), untuk pertama kalinya rupiah menutup perdagangan di atas level Rp16.000 per dolar AS, terendah sejak 1998.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.575 per dolar AS, melemah 3,85 persen atau 615 poin. Hal ini membuat rupiah menjadi yang terlemah di antara mata uang Asia lainnya, sekaligus hanya berjarak 75 poin untuk menuju level terendah sepanjang sejarah.

Sejak awal tahun ini, rupiah telah koreksi hingga 19,58 persen. Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama berada di posisi 102,754, level tertinggi sejak 2016.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pelemahan rupiah masih disebabkan lesunya minat investor asing untuk mengumpulkan aset-aset berisiko, termasuk rupiah.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top