Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Konglomerat Batu Bara Masih Pertahankan Target

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (19/3/2020) harga batu bara kontrak April 2020 di bursa Newcastle terkoreksi 0,15 persen ke level US$66,4 per ton. Sepanjang tahun berjalan 2020, harga telah terkoreksi 5,41 persen.
Finna U. Ulfah dan Pandu Gumilar
Finna U. Ulfah dan Pandu Gumilar - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  06:57 WIB
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir menyampaikan sambutan saat Perayaan 10 Tahun Initial Public Offering (IPO) sekaligus satu dekade transformasi bisnis perusahaan PT Adaro Tbk di Jakarta, Senin (16/7). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir menyampaikan sambutan saat Perayaan 10 Tahun Initial Public Offering (IPO) sekaligus satu dekade transformasi bisnis perusahaan PT Adaro Tbk di Jakarta, Senin (16/7). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten batu bara harap-harap cemas dan akan mencermati perkembangan pasar pada kuartal II/2020 terlebih dahulu, sebelum akhirnya memutuskan strategi yang tepat, termasuk pemangkasan target, untuk menjaga kinerja keuangan di tengah sentimen penyebaran virus corona.

Untuk diketahui, penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 belum menunjukkan akan segera mereda, justru semakin meluas ke negara di luar China. Pandemi tersebut telah meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi dunia yang akan melambatkan permintaan.

Tidak hanya itu, harga minyak global saat ini telah bergerak di bawah level US$25 per barel, sehingga membuat batu bara semakin tidak menarik di tengah murahnya harga minyak.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (19/3/2020) harga batu bara kontrak April 2020 di bursa Newcastle terkoreksi 0,15 persen ke level US$66,4 per ton. Sepanjang tahun berjalan 2020, harga telah terkoreksi 5,41 persen.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top