Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Modal 18 Sekuritas Pas-pasan, Bagaimana Nasibnya Ya?

Sepekan ini, Bursa Efek Indonesia melarang dua perusahaan sekuritas untuk melakukan aktivitas perdagangan gara-gara modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  20:35 WIB
Pengunjung berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pengunjung berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah perusahaan sekuritas sempoyongan seiring dengan limbungnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpapar wabah virus Corona atau Covid-19 sejak awal tahun ini.

Sebanyak 18 sekuritas tercatat memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) di bawah Rp30 miliar, dari batasan Rp25 miliar yang dipersyaratkan oleh otoritas bursa.

Berdasarkan peraturan Bapepam-LK No.V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih, yang sudah bertransformasi menjadi OJK, MKBD sekuritas penjamin emisi (underwriter) dan perantara pedagang (broker) minimal sebesar Rp25 miliar atau 6,25 persen atau 1/16 dari kewajiban terperingkat perusahaan.

Nah, dalam sepekan ini, dua dari 18 sekuritas itu kini tak boleh lagi melakukan aktivitas perdagangan gara-gara tidak mampu memenuhi persyaratan MKBD. Kedua sekuritas itu adalah PT Magenta Kapital Sekuritas Indonesia dan PT Corpus Sekuritas Indonesia.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top