Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung menggunakan smarphone memotret layar monitor yang menampilkan pergerakan perdagangan harga saham di lantai PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2020). Dalam perdagangan saham sesi, Kamis (12/3/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 5,01 persen ke level 4.895,748 pada pukul 15:33 WIB. Secara otomatis, perdagangan di Bursa Efek Indonesia pun mengalami suspensi. Bisnis - Dedi Gunawan
Premium

Suspensi Perdagangan Saham, Ini! Respons Investor dari yang 'Santuy' hingga Nyinyir

13 Maret 2020 | 05:30 WIB
Bagaimana respons investor maupun trader dalam menyikapi kondisi yang terjadi di lantai bursa, terutama saat otoritas bursa menghentikan perdagangan saham menjelang penutupan bursa, Kamis (12/3/2020)?

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia terpaksa menghentikan atau mensuspensi perdagangan saham 27 menit menjelang penutupan pasar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot hingga 5 persen ke level 4.895,74, Kamis (12/3/2020).

Pembekuan perdagangan dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

"Perdagangan akan dilanjutkan pada sesi post trading pukul 16.05—16.15 waktu JATS," papar Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fakhri Hilmi, Kamis (12/3/2020).

Adapun, wabah virus Corona atau Covid-19 yang merebak sejak Akhir tahun itu menyebabkan IHSG sepanjang 2020 sudah melorot 22,28 persen hingga akhirnya memaksa regulator pasar modal dan otoritas bursa mempersiapkan pengaman.

Investor maupun trader pun menanggapi beragam atas penghentian perdagangan pada Kamis (12/3/2020) pukul 15.33 WIB.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top