Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Historia Bisnis : Gus Dur Sakit, Bursa Tumbang

28 Februari 2020 | 14:51 WIB
Kondisi kesehatan Gus Dur awal tahun 2000-an menurun. Hal ini membuat investor di BEJ was-was. Saham-saham kategori blue chips pun rontok. Selain karena kondisi Gus Dur, ada pula penyebab lainnya.

Bisnis.com, JAKARTA - Akhir Februari 18 tahun lalu bisa jadi masa-masa suram Bursa Efek Jakarta pada dekade 2000-an. Bagaimana tidak, indeks komposit BEJ terjun bebas, hingga 5.17 persen. Dari level 599,573 pada Senin (21/2/2000), menjadi 568,555 delapan hari kemudian, atau Senin (28/2/2020). Angka tersebut terjadi tepat pada 18 tahun lalu jika dihitung hari ini.

Harian Bisnis Indonesia pun mengulas hal itu. Ada dua yang menjadi fokus utama pembahasan. Pertama adalah anjloknya indeks Dow Jones di bursa saham Wall Street.

Dan kedua adalah Presiden Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur, sakit. Saat itu, media arus utama Indonesia memang memberitakan secara jor-joran kondisi kesehatan Presiden Ketiga Indonesia tersebut.

Kesehatan Presiden Indonesia periode 1999-2001 itu disebut-sebut menurun akibat penyakit gula yang sudah sejak pertengahan 1980-an Gus Dur rasakan.

“Berita Presiden Gus Dur sakit dan dirawat langsung menjatuhkan bursa Jakarta. Sejak awal pekan, bursa terus digerogoti oleh memburuknya kondisi politik dan keamanan dalam negeri,” tulis Harian Bisnis Indonesia.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top