Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Cukai Plastik Melenggang di Parlemen, Respons Emiten Bervariasi

Komisi XI DPR akhirnya menyetujui pengenaan cukai terhadap kantong plastik yang sudah diwacanakan sejak 2017. Bagaimana dampaknya terhadap emiten plastik yang melantai di bursa?
Muhamad Wildan & Gajah Kusumo
Muhamad Wildan & Gajah Kusumo - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  22:50 WIB
Pekerja mengemas biji plastik usai dijemur di salah satu industri pengolahan limbah plastik di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Pekerja mengemas biji plastik usai dijemur di salah satu industri pengolahan limbah plastik di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Cukai atas kantong plastik akhirnya mendapat lampu hijau di Parlemen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun siap untuk mengenakannya pada tahun ini. Bagaimana efeknya bagi emiten plastik di Tanah Air?

Di Bursa Efek Indonesia, sedikitnya ada 15 emiten plastik, yaitu PT Yanaprima Hastapersada Tbk. (YPAS), PT Trias Sentosa Tbk. (TRST), PT Tunas Alfin Tbk. (TALF), PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk. (SMKL), PT Siwani Makmur Tbk. (SIMA), PT Anugrah Kagum Karya Utama Tbk. (AKKU), PT Argha Karya Prima Inds Tbk. (AKPI), dan PT Asiaplast Industries Tbk. (APLI).

Selanjutnya,  ada PT Berlina Tbk. (BRNA), PT Sinergi Inti Plastindo Tbk. (ESIP), PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk. (IPOL), PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID), PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC), PT Champion Pacific Indonesia Tbk. (IGAR), dan PT Lotte Chemical Titan Tbk. (FPNI)

Berdasarkan penutupan bursa, Rabu (19/2/2020), tercatat ada lima emiten yang sahamnya memerah, dipimpin oleh YPAS yang anjlok 21,99 persen ke level harga Rp298 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp199,06 miliar.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top