Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk. Garibaldi Thohir menyampaikan sambutan saat Perayaan 10 Tahun Initial Public Offering (IPO) sekaligus satu dekade transformasi bisnis perusahaan di Jakarta, Senin (16/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Premium

Cara Adaro Hangatkan Kinerja di Tengah Dinginnya Batu Bara

19 Februari 2020 | 09:22 WIB
Harga batu bara yang masih dingin disambut dengan upaya diversifikasi lini bisnis oleh PT Adaro Energy Tbk. Apa saja strategi pertumbuhan perseroan tahun ini?

Bisnis.com, JAKARTA — Optimalisasi strategi diversifikasi terus dilakukan oleh emiten pertambangan demi menjaga pertumbuhan kinerja. Tak terkecuali bagi PT Adaro Energy Tbk.

Strategi pertama adalah fokus pada bisnis metallurgical coal atau coking coal, yang diharapkan tumbuh lebih agresif untuk mengoptimalkan kontribusi bagi Adaro Grup.

Head of Corporate Communication Division Adaro Energy Febriati Nadira mengatakan strategi itu dilakukan demi mengurangi ketergantungan terhadap batu bara berkalori rendah atau batu bara thermal.

Karena itu, emiten berkode ADRO ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$300 juta-US$400 juta, yang juga dialokasikan untuk pengembangan Adaro MetCoal Companies (AMC). Adapun EBITDA operasional ditargetkan sebesar US$900 juta-US$1,2 miliar pada tahun ini.

Aktivitas di area pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia, di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10/2017)./JIBI-Nurul Hidayat

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top