Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Tragedi Duo Tiga Pilar (AISA), Ekspansi Berujung di Balik Jeruji Besi

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, emiten bersandi saham AISA, terancam delisting jika Bursa Efek Indonesia memperpanjang suspensi atau menggembok saham perseroan hingga 5 Juli 2020. Bagaimana upaya perusahaan untuk bangkit di tengah sejumlah tekanan?
Sholahuddin Al Ayyubi & Gajah Kusumo
Sholahuddin Al Ayyubi & Gajah Kusumo - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  05:35 WIB
Komisaris Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Yulie Sudargo (kedua kiri) mengacungkan ibu jari bersama Komisaris Jaka Prasetya (kiri), Direktur Utama Hengky Koestanto (kedua kanan) dan Direktur Charlie Dungga usai RUPSLB, di Jakarta, Senin (22/10/2018). - ANTARA/Audy Alwi
Komisaris Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Yulie Sudargo (kedua kiri) mengacungkan ibu jari bersama Komisaris Jaka Prasetya (kiri), Direktur Utama Hengky Koestanto (kedua kanan) dan Direktur Charlie Dungga usai RUPSLB, di Jakarta, Senin (22/10/2018). - ANTARA/Audy Alwi

Bisnis.com, JAKARTA — Mendiang Tan Pia Sioe barangkali tak mengira jika bisnis keluarga yang dibangunnya kelak melantai menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya dimiliki oleh publik. Pun jika kemudian harus terdepak dari lantai bursa.

Perusahaan Bihun Cap Cangak Ular yang berdiri pada 1959  dengan produksi utama bihun jagung , itu bertransformasi menjadi PT Tiga Pilar Sejahtera pada 1992, yang diinisiasi oleh Stefanus Joko Mogoginta, Budhi Istanto Suwito, dan Almarhum Priyo Hadisusanto.

Selanjutnya, pada 2003, PT Tiga Pilar Sejahtera tercatat sebagai perusahaan terbuka melalui proses backdoor listing, dengan mengakuisisi PT Asia Inti Selera dan melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan kode perdagangan saham AISA dan berganti nama menjadi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA). Kini perseroan tengah dirundung sederet persoalan.

Terakhir, Bursa Efek Indonesia memperpanjang suspensi saham perseroan pada Senin (17/2/2020) merujuk pada keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen pada Selasa (11/2/2020). Apabila suspensi terus berlangsung hingga 5 Juli 2020, maka genap 2 tahun sudah perdagangan saham AISA digembok otoritas.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top