Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
Premium

Pasar Labil, Masih Aman Investasi di Reksa Dana?

17 Februari 2020 | 16:16 WIB
Berdasarkan data OJK, terjadi pembelian baru reksa dana Rp56,23 triliun pada Januari 2020. Sementara itu, nilai penjualan reksa dana mencapai Rp62,40 triliun sehingga terjadi aksi penjualan bersih atau net redemption Rp6,17 triliun.

Bisnis.com, JAKARTA — Aksi penjualan bersih (net redemption) yang terjadi di industri reksa dana pada awal tahun ini sebagai buntut dari sejumlah kasus di pasar keuangan memunculkan spekulasi tergerusnya kepercayaan investor.

Padahal, selama ini, reksa dana merupakan instrumen investasi yang relatif aman dan menjanjikan dibandingkan dengan instrumen lainnya. Memang, sentimen global, seperti perang dagang dan wabah virus Corona, juga punya peran dalam menekan pasar modal.

Namun, skandal dugaan korupsi dalam pengelolaan investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tampaknya memainkan peranan cukup besar atas rontoknya kepercayaan investor. 

Pengelolaan investasi yang ceroboh ternyata juga melanda sejumlah manajer investasi yang kemudian berbuntut pada penutupan produk-produk reksa dana.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terjadi pembelian baru reksa dana senilai Rp56,23 triliun sepanjang Januari 2020. Sementara itu, nilai penjualan atau penarikan investasi reksa dana mencapai Rp62,40 triliun.

Dengan demikian, terjadi aksi penjualan bersih atau net redemption senilai Rp6,17 triliun sepanjang Januari 2020. Adapun, aksi net redemption terakhir terjadi pada Juni tahun lalu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top