Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Direktur PT Indika Energy Tbk Aziz Armand (dari kiri), Komisaris Utama Agus Lasmono, Direktur Utama Arsjad Rasjid, dan Direktur Eddy J. Danu menekan layar sentuh sebagai tanda pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Premium

Upaya Grup Indika Tak Lagi Bergantung ke Batu Bara

14 Februari 2020 | 10:32 WIB
Tekanan harga batu bara yang masih terjadi membuat emiten energi dalam negeri beralih ke komoditas maupun lini usaha lain yang lebih prospektif.

Bisnis.com, JAKARTA — Tekanan dari harga batu bara makin mendorong upaya diversifikasi usaha emiten-emiten di bawah Grup Indika pada tahun ini, demi pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada tiga emiten yang tergabung dalam Grup Indika, yakni PT Indika Energy Tbk. (INDY), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS), dan PT Petrosea Tbk. (PTRO).

Saat dihubungi Bisnis, Rabu (12/2/2020), Head of Corporate Communication Indika Energy Leonardus Herwindo menuturkan perseroan akan melanjutkan fokus ekspansi bisnis di sektor non batu bara. Pasalnya, mayoritas pendapatan emiten berkode saham INDY itu masih bersumber dari komoditas tersebut.

Di bisnis sumber daya energi, INDY ditopang oleh dua anak usaha yaitu PT Kideco Jaya Agung dan PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU). Kideco merupakan produsen batu bara terbesar ke-3 di Indonesia yang 91 persen sahamnya digenggam INDY, sedangkan MUTU memiliki cadangan batu bara jenis bituminous thermal dan coking.

Tumpukan batu bara di sebuah tambang di Kalimantan Timur, Senin (25/11/2019)./Bloomberg-Dimas Ardian

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top