Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro (kanan) meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Agung di Jakarta, Selasa (21/1/2020) -  ANTARA / Indrianto Eko Suwarso
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis : Benny Tjokro dan Geger Saham Bank Pikko

Dengan kasus tersebut masyarakat menjadi mengetahui bahwa yang dilakukan Benny Tjokrosaputro, tidak benar.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com
23 Januari 2020 | 15:29 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Sosok Benny Tjokrosaputro, pemain lama di industri pasar modal Tanah Air, saat ini tengah menjadi sorotan. Benny Tjokro saat ini harus berhadapan dengan hukum dalam kasus penempatan investasi perusahaan asuransi PT Asuransi Jiwasraya.

Dalam catatan Bisnis, Benny Tjokro memang tidak sekali ini saja membuat industri pasar modal ‘geger’.

Pada Desember 2000, misalnya Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) pernah menjatuhkan sanksi denda senilai Rp1,357 miliar kepada dua perusahaan milik Benny Tjokrosaputro yakni PT Manly Unitama Tbk. dan PT Hanson Industri Utama Tbk.

Saat itu, Bapepam telah merampungkan pemeriksaan atas sejumlah kasus dugaan pelanggaran di pasar modal oleh perusahaan Benny Tjokro itu.

Akan tetapi, itu bukan kasus pertama yang menimpa trah keluarga pemilik Batik Keris itu.

Harian Bisnis Indonesia pada edisi 19 Mei 1997 pernah menurunkan artikel terkait dengan sanksi yang dijatuhkan kepada Benny Tjokro dalam kasus jual beli saham Bank Pikko.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top