Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Risiko Default di Asia Berpotensi Meningkat pada 2020

Sebagian investor memperkirakan pemerintah China akan mengucurkan dana talangan yang lebih sedikit setelah belum lama ini mengabaikan default yang dialami pedagang komoditas, Tewoo Group.

Bisnis.com, JAKARTA - Risiko default di kawasan Asia diperkirakan meningkat tahun depan dengan China dan India menjadi titik paling berisiko.

Sebagian investor memperkirakan pemerintah China akan mengucurkan dana talangan yang lebih sedikit setelah belum lama ini mengabaikan default yang dialami pedagang komoditas, Tewoo Group.

Perusahaan tersebut mengalami kegagalan bayar terbesar obligasi perusahaan milik negara berdenominasi dolar AS, dalam 2 dekade terakhir.

Dilansir melalui Bloomberg, perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut telah melakukan pembelian obligasi yang dipicu oleh utang.

Faktor-faktor itu dapat membuat keadaan menjadi lebih buruk pada 2020 setelah gagal bayar di daratan China mencapai rekor pada 2019.

Di saat beberapa ekonomi di Asia mengalami perlambatan, perusahaan kini berada dalam kondisi yang tidak stabil dengan adanya pengetatan likuiditas.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top