Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (22/11). - JIBI/Abdullah Azzam
Premium

Saham BBRI vs BMRI, Valuasi ala Warren Buffett

09 Desember 2019 | 10:04 WIB
"It's far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price."

Bisnis.com, JAKARTA — Jika Warren Buffett mulai menyasar saham–saham BUMN di Bursa Efek Indonesia, maka ada dua emiten pelat merah yang masuk dalam kriteria saham incaran CEO Berkshire Hathaway, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank  Mandiri (Persero) Tbk.

Meski masuk dalam kriteria yang diminati oleh sang Oracle of Omaha, seperti disampaikan dalam tulisan sebelumnya berjudul Saham BUMN Pilihan Warren Buffett yang tayang pada Kamis (28/11/2019), saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank  Mandiri (BMRI) masih harus melalui babak pemilihan kuantitatif tahap kedua Buffett, yaitu valuasi untuk mengetahui apakah dengan harga sahamnya saat ini, layak atau tidak untuk diinvestasikan dalam jangka panjang.

Dalam buku The Guru Investor:  How to Beat The Market Using History’s Best Investment Strategies yang ditulis John P. Reese dan Jack M. Forehand, Buffett menyebut valuasi saham akan menentukan tingkat pengembalian Anda dalam jangka panjang. Demikian juga tentunya dengan saham BBRI dan saham BMRI.

Ada empat tahapan utama analisis kuantitatif tahap kedua Buffett dalam melakukan valuasi saham. Pertama, menghitung tingkat pengembalian awal (Initial Rate of Return/IRR) untuk melihat apakah pengembalian awal lebih besar (setidaknya sama) dibandingkan dengan tingkat pengembalian obligasi pemerintah jangka panjang, sedikitnya 10 tahun.

Perhitungannya adalah laba per saham (Earning Per Share/EPS) dibagi dengan harga saham. Hasilnya, kalau menurut Buffett, hanya saham BMRI yang lolos kriteria jika mengacu pada yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun yang kini bertengger di level 7,24 persen. Adapun saham BMRI harus terpental karena IRR lebih rendah dibandingkan dengan  imbal hasil SUN.

Meski demikian, pada tahap pertama ini, Buffett cukup fleksibel karena dia kadang-kadang tetap bersedia berinvestasi di perusahaan dengan tingkat pengembalian awal yang lebih rendah dibandingkan dengan imbal hasil obligasi jangka panjang, sepanjang hasil investasinya dipercaya dapat berkembang pesat.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top