Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Premium

Siap-Siap Berburu Saham Emiten Anyar di Akhir Tahun

19 November 2019 | 12:39 WIB
BEI mencatat masih ada 38 perusahaan yang masuk daftar tunggu IPO. Tertarik untuk mengoleksi saham emiten anyar yang kerap meroket setelah listing?

Bisnis.com, JAKARTA — Investor global sedang menanti penawaran umum perdana saham perusahaan paling menguntungkan di dunia, Saudi Aramco. Perusahaan minyak asal Arab Saudi itu dijadwalkan untuk melepas saham ke publik pada Desember 2019 dan digadang-gadang menjadi aksi IPO terbesar sepanjang sejarah.

Di  dalam negeri, Bursa Efek Indonesia juga akan kedatangan tamu-tamu baru. Sepanjang tahun berjalan 2019, sudah ada 46 perusahaan yang mencatatkan saham perdana di papan perdagangan BEI. Dana yang diserap oleh 46 emiten baru itu mencapai total Rp12,46 triliun.

Teranyar, PT Dana Barta Luhur Tbk. listing dengan kode saham TEBE setelah menggelar initial public offering (IPO) senilai Rp38,36 miliar.

Sesaat setelah listing, saham emiten jasa infrastruktur dan transportasi batu bara itu melesat 49,8% ke level Rp1.640 per saham sehingga perdagangannya dihentikan oleh sistem auto rejection BEI.

BEI menyebut masih ada 38 perusahaan yang antre untuk IPO. Apabila semuanya merealisasikan rencana go public dalam 1,5 bulan ke depan, total IPO pada 2019 menembus rekor baru, yaitu sebanyak 84 perusahaan.

Dalam waktu dekat, produsen keju merek Prochiz, PT Mulia Boga Raya akan mencatatkan saham di BEI pada 25 November 2019 dengan kode saham KEJU. Perusahaan melepas 100 juta saham pada level harga Rp750 per saham.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top