Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja di pabrik rokok Bentoel.  - Bentoel
Premium

Emiten Rokok : Adu Kuat HMSP dan GGRM

11 November 2019 | 14:21 WIB
Bagaimana potret persaingan dua emiten rokok PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) di industri dan di lantai bursa?

Bisnis.com, JAKARTA – Dua dari tiga perusahaan rokok raksasa di Indonesia telah menyandang status sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia selama 29 tahun. Bagaimana potret persaingan dua emiten rokok PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) di industri dan di lantai bursa?

Pada Agustus 1990, Bursa Efek Indonesia kedatangan dua perusahaan rokok berskala raksasa. PT HM Sampoerna Tbk. lebih dulu masuk Bursa pada 15 Agustus 1990. Menjelang akhir bulan, PT Gudang Garam Tbk. listing pada 27 Agustus 1990.

Dalam penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), GGRM menggalang dana yang lebih besar dibandingkan dengan HMSP. Dana yang dikantongi GGRM sebesar Rp592,53 miliar, sedangkan HMSP meraih dana segar Rp340,2 miliar.

Sejak mencatatkan saham di lantai bursa, GGRM dan HMSP menjadi incaran investor, baik dalam maupun luar negeri. Bahkan, pada 2005, perusahaan rokok international Philip Morris International Inc. terpikat untuk mencaplok sebagian saham HMSP.

Ilustrasi pabrik rokok milik PT HM Sampoerna Tbk./Bisnis

Pada 13 Maret 2005, Philip Morris International mengumumkan akuisisi 40% HMSP senilai Rp48 triliun atau sekitar US$5,2 miliar. Tak tanggung-tanggung, harga akuisisi 40% saham HMSP disepakati di level premium Rp10.600 per saham atau 20% di atas harga pasar saat itu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top