Merintis Mimpi Jadi Referensi Harga Timah Global

Indonesia tercatat sebagai eksportir terbesar timah dan menyumbangkan kurang lebih sekitar 23% pasar timah dunia. Mampukah Indonesia menjadi pemain yang makin diperhitungkan di pasar timah global?
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  16:56 WIB
Merintis Mimpi Jadi Referensi Harga Timah Global
Aktivitas bisnis inti PT Timah - Antara/Maha Eka Swasta

Bisnis.com, PANGKALPINANG - Ada aktivitas tak biasa di kawasan Gudang BGR Malahayati pada Senin (25/8/2019). Gudang yang berdekatan dangan smelter timah di Jalan Ketapang Raya, Pangkalpinang, Bangka Belitung, itu mendadak sibuk karena menjadi lokasi peluncuran Bursa Timah dan ekspor perdana timah murni batangan.

Di bawah teriknya panas matahari, jajaran Jakarta Futures Exchange (JFX), para pimpinan pelaku usaha timah, hingga Gubernur Kepulauan Bangka Belitung hadir meramaikan halaman Gudang BGR Malahayati.

Seremoni itu menandakan tonggak sejarah baru di bidang perdagangan fisik timah murni batangan Indonesia. Mampukah momentum itu menjadi pintu bagi Indonesia untuk menjadi pemain yang makin diperhitungkan di pasar timah global?

Berbicara soal komoditas timah, potensi Indonesia tak bisa dianggap sebelah mata. Berdasarkan laporan Bank Dunia yang teranyar, Negeri Khatulistiwa menjadi produsen kedua timah terbesar setelah China. Namun, Indonesia tercatat sebagai eksportir terbesar di dunia.

Indonesia menyumbangkan kurang lebih sekitar 23% market timah dunia dan sedikit demi sedikit mimpi menjadi pembentuk acuan harga mulai terajut dan mulai tampak hilalnya.

Asa tersebut kembali bergairah setelah Indonesia kini resmi memiliki dua bursa yang menjadi penyelenggara perdagangan fisik timah murni batangan yang akan membuat perdagangan timah di dalam negeri semakin ramai sehingga dapat mempercepat Indonesia menjadi pembentuk acuan harga komoditas tersebut.

Sebagai informasi, sesuai dengan perarturan Menteri Perdagangan NO.33/2015 tentang Ketentuan Ekspor Timah, seluruh perdagangan komoditas timah harus diadakan di Indonesia melalui bursa.

Selama ini, hanya Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) yang baru menjadi penyelenggara perdagangan timah fisik.

Kini, Jakarta Futures Exchange (JFX) bersama dengan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) resmi meluncurkan kontrak fisik timah murni batangan yang ditandai dengan ekspor perdana timah murni batangan. Sebanyak 1.410 ton timah murni batangan siap dikapalkan dari Pangkalpinang ke negara tujuan ekspor.

bursa timah

Peluncuran Bursa Timah dan Ekspor Perdana Timah Murni Batangan di Pangkalpinang, Senin 26 Agustus 2019. - Bisnis/Finna U. Ulfah

Dengan wajah yang berseri, Direktur JFX Stephanus Paulus Lumintang mengatakan bahwa sejalan dengan perolehan izin dari pemerintah dalam penyelenggaraan pasar fisik timah, transaksi fisik timah telah dilakukan sejak 21 Agustus 2019 di JFX dan telah mendapat respons cukup positif dari para pelaku usaha.

Paulus mengaku sudah banyak peserta baik pedagang maupun pembeli yang telah tertarik terhadap perdagangan timah fisik melalui JFX.

"Baru diluncurkan sekarang sudah sekitar 20 peserta yang menunjukkan ketertarikannya terhadap perdagangan ini," ujar Paulus kepada Bisnis usai acara peluncuran bursa timah dan ekspor perdana timah murni batangan di Pangkalpinang, Senin (26/8/2019).

Adapun, perdagangan timah yang menggadang-gadangkan sinergi antara BUMN ini telah menunjuk PT Bhanda Ghara Reksa (persero) sebagai pengelola gudang.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan bahwa dimulainya perdagangan komoditas timah di JFX menjadi sebuah kesempatan yang besar untuk para pelaku bisnis perdagangan timah murni batangan, baik di Indonesia maupun internasional.

"Dengan adanya perdagangan timah di JFX akan memberikan pilihan kepada para pelaku dalam bertransaksi," ujar Fajar.

Fajar juga mengaku dari peluncuran kontrak fisik timah ini, telah berhasil menarik perhatian pembeli langsung dari China.

Dia menjelaskan yang membedakan kontrak fisik timah oleh JFX dibandingkan dengan kontrak lainnya adalah adanya cetakan merek pada timah murni batangan sesuai dengan produsen masing-masing.

Dengan hal tersebut, pembeli mendapatkan jaminan dan kejelasan terhadap produk yang dibelinya. Tidak hanya itu, dengan mencantumkan brand pada setiap produk juga dapat menciptakan persaingan sehat antara produsen.

"Karena brand-nya tercantum, dengan sendirinya ini akan menjadi stimulus para produsen untuk meningkatkan kualitas dari masing-masing produknya," papar Fajar.

Kemudian, Fajar menargetkan dalam 2 tahun setelah kontrak fisik timah diluncurkan, JFX dapat meluncurkan kontrak futures timah sehingga dapat membuat perdagangan di bursa lebih ramai, karena investor turut bertransaksi, tidak hanya murni penjual dan pembeli.

penambangan timah

Aktivitas penambangan timah./Antarafoto

Chief Executive Officer PT Timah Tbk. Riza Pahlevi Tabrani mengatakan bahwa sebagai pelaku usaha dirinya menyambut baik kedua bursa yang telah menyelenggarakan perdagangan fisik timah murni batangan.

"Karena tentunya ini akan memberikan benefit yang maksimal kepada para produsen timah dalam melakukan ekspor logam timah," papar Riza.

Dia mengatakan, akan menimbang terlebih dahulu pelayanan dan keuntungan yang ditawarkan bursa sebelum menentukan penyelenggara untuk melakukan perdagangan fisik timahnya.

Dia mengaku menginginkan bursa yang dapat melakukan transaksi secara efisien dan bisa mempertemukan antara pembeli dan pedagang secara baik.

harga timah

Di sisi lain, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Kemendag Sahudi menilai terdapat banyak manfaat semenjak timah diperdagangkan di bursa berjangka.

Sebelum timah diperdagangkan melalui bursa, yaitu pada kisaran 2011 hingga 2012, harga timah di Indonesia jauh di bawah harga yang diperdagangkan melalui bursa London.

Namun, saat ini harga timah Indonesia tidak berbeda jauh dengan harga yang diperdagangkan di bursa London.

"Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa dengan adanya perdagangan timah murni batangan melalui bursa berjangka telah memberikan dampak baik, termasuk peningkatan harga timah Indonesia," ujar Sahudi.

Berdasarkan data Bappebti, jumlah transaksi timah murni batangan sejak Agustus 2013 hingga Juli 2019 sebesar 399.240 metrik ton dengan nilai US$7,82 miliar. Sementara itu, volume ekspor sebesar 398.949 metrik ton dengan nilai US$7,81 miliar.

Adapun, kata dia, ekspor timah murni melalui bursa telah memberikan nilai tambah bagi perekenomian nasional, seperti peningkatan pendapatan negara, masyarakat, terutama para pelaku usaha.

batangan timah

Penyelenggaraan perdagangan ini sekaligus meningkatkan pendapatan di sektor pajak untuk lembangunan dan royalty untuk perbaikan lingkungan yang diakibatkan oleh proses penambangan timah.

Dia berharap para stakeholders dan pelaku usaha timah dapat mendukung terciptanya perdagangan yang adil dan kompetitif di bursa berjangka sehingga mendorong peningkatan penerimaan devisa ekspor timah murni batangan dan harga timah Indonesia dapat menjadi salah satu referensi harga dunia.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan berharap dengan masuknya JFX menjadi penyelenggara perdagangan fisik timah murni batangan dapat memberikan nilai tambah bagi Bangka Belitung, sebagai salah satu lokasi tambang timah terbesar.

"Selain jadi nilai tambah perdagangan secara keseluruhan, semoga juga bisa memberikan manfaat bagi warga Bangka Belitung. Walau sedikit, tapi ini akan sangat berarti bagi kami," papar dia.

Satu lagi pintu untuk membuat Indonesia sebagai harga acuan komoditas dunia telah terbuka. Semoga mimpi yang diidamkan oleh pelaku industri perdagangan berjangka komoditas dapat segera terwujud.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, timah, fokus

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top