Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Bisnis-27 Koreksi, Saham Tambang ADRO, INCO, ANTM Ambruk

Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan awal pekan ini, Senin (26/9/2022), dengan pelemahan ke posisi 594,1 ditekan saham ADRO, INCO, ANTM.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 26 September 2022  |  09:21 WIB
Indeks Bisnis-27 Koreksi, Saham Tambang ADRO, INCO, ANTM Ambruk
Karywan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/9/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan awal pekan ini, Senin (26/9/2022), dengan pelemahan ke posisi 594,1 ditekan saham ADRO, INCO, ANTM.

Mengutip data Bloomberg, indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia tersebut turun 4,83 poin atau setara 0,81 persen ke posisi 594,1 

Dari 27 konstituen, hanya 6 saham terpantau berada di zona hijau pada awal perdagangan, 3 saham stagnan, dan mayoritas 18 saham berada di zona merah.

Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) menjadi saham dengan penurunan terdalam pada pembukaan dengan koreksi sebesar 3,21 persen atau turun 130 poin sehingga berada di level 3.920. Selanjutnya menyusul di belakang saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) yang terkoreksi 3,09 persen sehingga berada di 1.725.

Saham tambang PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) juga melemah 2,64 persen ke harga 6.450 dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) terkoreksi 2,45 persen sehingga menyentuh 1.990 per sah. Saham-saham lain yang ikut melemah adalah ASII, UNTR, dan PTBA dengan penurunan masing-masing sebesar 2,45 persen, 2,21 persen, dan 2,09 persen.

Beberapa saham yang menguat di antaranya adalah AMRT dengan kenaikan 1,67 persen ke posisi 2.430 dan BRPT dengan kenaikan 1,20 persen ke level 845. BFIN dan INDF juga terpantau menguat masing-masing 0,43 persen dan 0,40 persen. Beberapa emiten yang sahamnya dibuka stagnan adalah KLBF dan MNCN, masing-masing di harga 1.845 dan 875 per saham.

Penguatan indeks Bisnis-27  sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka merah di posisi 7.178,50. Sampai Pukul 9.10 WIB, IHSG melanjutkan pergerakan di zona merah dengan koreksi 1,08 persen ke posisi 7.099.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang  mengatakan IHSG berpotensi melemah pada perdagangan Senin (26/9/2022) bersama dengan pelemahan indeks DJIA dan komoditas lainnya. Edwin Sebayang mengatakan IHSG berpeluang melemah pada perdagangan hari ini. Pelemahan bursa saham AS pada akhir pekan lalu dan turunnya harga komoditas muncul sebagai reaksi kekhawatiran investor soal risiko resesi ekonomi akibat agresivitas The Fed.

“Walaupun setelah pengumuman kenaikan FFR dan Wall Street terjadi beberapa hari sebelumnya, dimana Indeks DJIA kembali terjungkal di hari Jumat sebesar 1,62 persen,” ungkap Edwin dalam riset, Senin (23/9/2022).

Apa lagi, selain kenaikan suku bunga pekan lalu, The Fed juga merencanakan kenaikan kembali FFR sekitar 125 bps (1,25 persen) di dua pertemuan The Fed hingga akhir tahun 2022, dan berlanjut menaikkan FFR hingga 4,6 persen pada 2023.

Sementara itu, harga beberapa komoditas seperti batu bara turun 2,48 persen, emas turun 1,75 persen, minyak turun 4,86 persen, nikel turun 4,06 persen, CPO turun 2,31 persen. Yield obligasi AS tenor 2 tahun kembali naik dan sudah berada di level 4,203 persen di tengah pelemahan rupiah menuju level 15.100.

“Kondisi di atas menjadi sentimen negatif pendorong IHSG berlanjut turun dalam perdagangan Senin ini," imbuhnya. Edwin memperkirakan hari ini IHSG dapat bergerak di kisaran 7.113–7.207. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG indeks bisnis27 adaro pertambangan
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top