Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rapor Transaksi Saham ICBP dan INDF Sejak Awal Tahun

Dua saham Grup Indofood, ICBP dan INDF mulai bergerak volatil usai rilis kinerja keuangan. Bagaimana rapor transaksinya sejak awal tahun?
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk./indofood.com
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk./indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA – Rilis kinerja keuangan paruh tahun PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) pada Rabu (31/8/2022) bikin pasar modal riuh. Duet saham Grup Indofood itu tampak mulai dilego investor pada sesi pertama perdagangan hari ini.

Dalam 2,5 jam perdagangan, harga saham INDF dibanting 4,23 persen dari posisi Rp6.500 jadi Rp6.225 per saham. Sementara anak usahanya, ICBP, mengalami koreksi harga 4,87 persen ke level Rp8.300 per saham.

Baik ICBP dan INDF pada dasarnya termasuk saham-saham yang bukan cuma menjadi magnet investor institusi, tapi juga cukup digemari investor ritel. Ini terlihat dari data transaksi broker sepanjang tahun berjalan alias year-to-date (ytd), yang menampilkan sejumlah broker ritel dalam jajaran top net buy.

Sebagai catatan, per penutupan 30 Agustus 2022, secara ytd transaksi saham INDF telah mencapai nominal Rp10,74 triliun. Investor asing tampak gemar mengakumulasi emiten ini sejak awal tahun, terlihat dari catatan net buy asing yang mencapai Rp1,2 triliun.

Jumlah tersebut lebih besar dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang Januari hingga 30 Agustus 2021, INDF hanya membukukan nilai transaksi Rp10,04 triliun dan net buy asing Rp140,5 miliar.

Sementara itu, ICBP telah ditransaksikan senilai Rp11,65 triliun sepanjang awal Januari hingga 30 Agustus 2022, dengan net buy asing Rp1,09 triliun. Seperti halnya dalam skenario INDF, tren ini juga relatif membaik dari periode yang sama tahun sebelumnya, tatkala nilai transaksi INDF mentok pada kisaran Rp10,92 triliun dengan investor asing justru melakukan jual bersih (net sell) Rp1 triliun.

Lantas, broker atau sekuritas apa saja yang menjadi jembatan pilihan mayoritas investor dalam membeli saham INDF dan ICBP sejak awal tahun?

Berikut adalah daftar broker saham atau sekuritas dengan net buy terbesar ICBP dan INDF

INDF (3 Januari – 30 Agustus 2022)

  • Maybank Kim Eng Sekuritas: Rp380,6 miliar
  • CLSA Sekuritas: Rp215,1 miliar
  • Bahana Sekuritas: Rp161,7 miliar
  • UBS Sekuritas: Rp145,8 miliar
  • Artha Sekuritas: Rp148,5 miliar

ICBP (3 Januari – 30 Agustus 2022)

  • CLSA Sekuritas: Rp221,5 miliar
  • Bahana Sekuritas: Rp136,5 miliar
  • JP Morgan Sekuritas: Rp123 miliar
  • Samuel Sekuritas: Rp108,8 miliar
  • Credit Suisse Sekuritas: Rp88,2 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper